
Headline

berita
Lihat Semua
berita • 24 April 2026
Focus Grup Discusion Prodi PAI INAMIS dan IAI Alfatimah Bojonegoro: Membangun Kolaborasi Perkuat Sinergi
Lamongan – Dalam upaya meningkatkan kualitas akademik dan memperluas jejaring institusi, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Alif Muhammad Imam Syafi’i (INAMIS) Lamongan menggelar agenda Memorandum of Agreement (MoA) dan Focus Group Discussion (FGD) bersama IAI Alfatimah Bojonegoro pada Jumat, 24 April 2026.Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antarkedua institusi pendidikan tinggi Islam di wilayah Jawa Timur. Pertemuan ini tidak hanya sekadar penandatanganan dokumen formal, tetapi juga diisi dengan diskusi mendalam mengenai pengembangan kurikulum, kolaborasi riset, serta penguatan tata kelola program studi PAI di masa depan.Hadir mewakili jajaran pimpinan INAMIS Lamongan, Wakil Rektor I Bidang Akademik, A. Yaskur Aminurrozi, M.Pd., bersama Wakil Rektor III, M. Suyoso, M.Pd. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh rektorat terhadap inisiatif prodi dalam membangun kerja sama strategis yang berdampak nyata bagi mahasiswa dan dosen.Dari sisi teknis program studi, Dr. Sunaji, M.Pd. selaku Kaprodi PAI INAMIS, bersama Wasis, M.Pd. (Dosen PAI), turut memimpin jalannya diskusi kelompok terpumpun tersebut. Pihak INAMIS menyambut baik kehadiran tim dari IAI Alfatimah Bojonegoro sebagai mitra diskusi yang setara untuk saling berbagi praktik baik (best practices)."Kolaborasi ini adalah langkah konkret kami untuk memastikan Prodi PAI terus relevan dengan tantangan zaman. Melalui MoA dan FGD ini, kita ingin membangun ekosistem akademik yang lebih kuat melalui sinergi sumber daya manusia dan pemikiran," ujar perwakilan pimpinan INAMIS dalam sesi pertemuan tersebut.Pertemuan ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti dengan berbagai program kolaboratif, mulai dari pertukaran dosen, seminar bersama, hingga publikasi ilmiah kolaboratif, demi mewujudkan visi unggul bagi kedua kampus.
Baca Selengkapnya→
berita • 18 April 2026
Asesmen Lapangan Perdana Prodi Tadris Matematika Menjadi Cermin Mutu Seluruh Prodi di INAMIS
Lamongan - Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Institut Alif Muhammad Imam Syafi'i (INAMIS) resmi menjalani Asesmen Lapangan yang diselenggarakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), berlangsung selama dua hari pada Jum'at hingga Sabtu, 17–18 April 2026. Momen ini menjadi tonggak bersejarah karena merupakan asesmen lapangan program studi pertama yang pernah dilaksanakan di lingkungan INAMIS.LAMDIK menugaskan dua orang asesor berpengalaman dalam kegiatan ini, yakni Dr. Scolastika Mariani, M.Si. dari Universitas Negeri Semarang sebagai Asesor 1, dan Dr. Mulin Nu'man, S.Pd., M.Pd. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai Asesor 2. Keduanya melakukan penelaahan mendalam terhadap berbagai aspek akademik dan kelembagaan program studi selama dua hari penuh.Kegiatan diawali dengan prosesi penyambutan resmi oleh Rektor INAMIS, Dr. KH. Darmawan, M.Hi., yang didampingi para wakil rektor, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta Tim Suksesor Akreditasi. Sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder) eksternal juga turut hadir memberikan dukungan atas penyelenggaraan asesmen.Dalam sambutannya di hadapan para asesor LAMDIK, Rektor INAMIS menegaskan komitmen institusi terhadap pemerataan akses pendidikan tinggi. “INAMIS hadir untuk mengisi kekosongan akses Pendidikan Tinggi di wilayah Lamongan Selatan dan sekitarnya," ujar Dr. KH. Darmawan, M.Hi. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan lancar, mencerminkan kesiapan matang Program Studi Tadris Matematika dalam menghadapi proses evaluasi eksternal.Masukan dan Rekomendasi Para Asesor LAMDIKDi sela dan penghujung kegiatan, kedua asesor menyampaikan sejumlah catatan konstruktif sebagai bahan evaluasi dan peta jalan perbaikan bagi program studi.Dr. Scolastika Mariani, M.Si. menilai bahwa visi keilmuan prodi sudah baik, namun perlu dipertajam lebih lanjut agar arah pengembangan pembelajaran maupun penelitian menjadi lebih terfokus dan terarah. Dr. Mulin Nu'man, S.Pd., M.Pd. menambahkan bahwa kekhasan program studi yang mengintegrasikan Pendidikan Matematika dengan nilai-nilai keislaman perlu diperjelas dan dioperasionalkan secara lebih konkret, baik dalam kurikulum, proses pembelajaran, maupun kegiatan akademik lainnya.Dalam hal penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Dr. Mulin Nu'man mendorong agar dosen lebih giat menjalin kolaborasi lintas institusi bersama dosen dari perguruan tinggi lain guna memperluas dampak dan meningkatkan kualitas karya ilmiah. Sementara itu, Dr. Scolastika Mariani menambahkan bahwa para dosen perlu didorong dan difasilitasi untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral (S3), seiring dengan upaya penguatan jejaring internasional yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.Penandatanganan Berita AcaraKegiatan Asesmen Lapangan ini ditutup secara resmi dengan penandatanganan berita acara oleh kedua asesor, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (Nor Amalliyah, S.Si., M.Pd.), dan Ketua Program Studi Tadris Matematika (Fatus Atho'ul Malik, S.Si., M.Pd).Sebagai asesmen lapangan program studi pertama di INAMIS, kegiatan ini memiliki nilai strategis yang melampaui kepentingan program studi semata. Seluruh masukan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan menjadi referensi berharga bagi program studi lain di lingkungan INAMIS yang akan menjalani proses serupa di masa mendatang, seiring dengan komitmen institusi dalam meningkatkan standar mutu pendidikan tinggi secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Baca Selengkapnya→
berita • 7 Maret 2026
INAMIS Mengabdi: Safari Ramadhan Hadirkan Mahasiswa Inspiratif di Tengah Masyarakat
Lamongan (07/03/2026) — Dalam semangat berbagi dan penguatan nilai-nilai keislaman di bulan suci Ramadhan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) INAMIS sukses menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “INAMIS Mengabdi” melalui program Safari Ramadhan.Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi INAMIS kepada masyarakat dengan menerjunkan mahasiswa-mahasiswa terbaik untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan. Para mahasiswa dipercaya mengemban tugas mulia sebagai imam sholat, bilal, serta pengisi ceramah di sejumlah masjid yang tersebar di wilayah Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.Adapun lokasi pelaksanaan Safari Ramadhan INAMIS Mengabdi meliputi:Masjid Darussidqi (Dusun Mojolegi, Desa Takeranklating) Masjid Sabilul Huda (Dusun Jati Langkir, Desa Wonokromo) Masjid Dusun Joto, Desa Jotosanur Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan keilmuan dan keagamaan, tetapi juga belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat, memahami kebutuhan umat, serta menanamkan nilai kepedulian sosial.Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi dalam menyambut kehadiran para mahasiswa INAMIS. Ceramah yang disampaikan dinilai mampu memberikan pencerahan serta motivasi spiritual, sementara kehadiran imam dan bilal dari kalangan mahasiswa turut memberikan nuansa baru dalam pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan.Ketua LPPM INAMIS, Bapak M. Syafiq Mughni, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mengintegrasikan tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. “Melalui INAMIS Mengabdi, kami ingin menghadirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritual,” ujarnya.Program tahunan ini diharapkan dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan jangkauan yang lebih luas, sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat. INAMIS pun semakin meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga berakhlak dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Baca Selengkapnya→
berita • 18 Januari 2026
BEM INAMIS dan Aliansi Joko Tingkir Gelar Aksi Galang Dana untuk Korban Banjir di Kabupaten Lamongan
Lamongan (18/01/2026) — Bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh kalangan mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) INAMIS bersama Aliansi Joko Tingkir yang merupakan gabungan BEM se-Lamongan, turut ambil bagian dalam aksi galang dana kemanusiaan untuk membantu warga terdampak banjir di beberapa desa di Kabupaten Lamongan.Kegiatan galang dana ini dilaksanakan di sejumlah titik strategis di wilayah Lamongan dengan melibatkan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas sosial dan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah akibat banjir yang melanda beberapa wilayah desa.Dalam kegiatan ini, para mahasiswa turun langsung ke jalan untuk mengajak masyarakat ikut berpartisipasi memberikan bantuan. Bantuan yang dihimpun berupa donasi uang tunai yang nantinya akan disalurkan kepada warga terdampak banjir guna membantu memenuhi kebutuhan pokok dan meringankan beban mereka.Perwakilan dari BEM INAMIS menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar pengumpulan dana, tetapi juga sebagai wujud nyata peran mahasiswa sebagai agent of change dan agent of social control yang hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan.“Kami hadir bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Semoga bantuan yang terkumpul dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa dalam kegiatan tersebut.Sementara itu, Aliansi Joko Tingkir sebagai wadah persatuan BEM se-Lamongan menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu bersatu dalam aksi kemanusiaan tanpa memandang latar belakang kampus maupun organisasi.Aksi galang dana ini juga mendapat respons positif dari masyarakat Lamongan. Banyak pengguna jalan dan warga sekitar yang antusias memberikan donasi sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban banjir. Semangat gotong royong dan solidaritas yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat terdampak untuk dapat segera bangkit dari musibah.Melalui kegiatan ini, BEM INAMIS dan Aliansi Joko Tingkir berharap bantuan yang terkumpul dapat tersalurkan dengan tepat sasaran kepada warga desa yang terdampak banjir di Kabupaten Lamongan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi pengingat bahwa semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial harus terus dijaga, terutama di tengah kondisi bencana yang membutuhkan perhatian bersama.Mahasiswa bergerak, masyarakat menguat, dan solidaritas pun menjadi jembatan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Baca Selengkapnya→kampus
Lihat Semua
kampus • 2 Februari 2026
Evaluasi Pembelajaran: Langkah Konkrit Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan INAMIS
Pada hari Senin, 02 Februari 2026, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) melaksanakan rapat evaluasi pembelajaran yang bertujuan untuk meninjau dan menilai pelaksanaan proses pembelajaran selama satu semester ganjil Tahun Akademik 2024/2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik dan kualitas pembelajaran di lingkungan FTK.Rapat evaluasi tersebut dipimpin oleh Dekan FTK (Ibu Nor Amalliyah, M.Pd), dihadiri para Ketua Program Studi (Kaprodi), perwakilan dari Gugus Kendali Mutu Fakultas (GKMF), serta Unit Penjaminan Mutu (UPM) dari masing-masing program studi di lingkungan FTK. Kehadiran para pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memberikan masukan yang komprehensif terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung.Dalam rapat tersebut dibahas berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan perkuliahan selama semester ganjil, mulai dari kehadiran dosen dan mahasiswa, keterlaksanaan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), penggunaan metode dan media pembelajaran, hingga evaluasi hasil belajar mahasiswa. Selain itu, turut dibahas berbagai kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran serta alternatif solusi untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas proses akademik.Melalui kegiatan evaluasi ini, diharapkan setiap program studi dapat melakukan perbaikan dan pengembangan strategi pembelajaran yang lebih optimal pada semester berikutnya. Rapat ini juga menjadi sarana koordinasi antara pimpinan fakultas, program studi, serta unit penjaminan mutu dalam memastikan bahwa standar mutu pendidikan di lingkungan FTK dapat terlaksana dengan baik dan berkelanjutan.
Baca Selengkapnya→
kampus • 12 Desember 2025
MICROSPARK 2025: Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Tampilkan Kreativitas dan Kompetensi Mengajar melalui Microteaching
Fakultas Tarbiyah sukses menyelenggarakan kegiatan MICROSPARK (Microteaching Showcase and Performance) pada 12 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan kemampuan, kreativitas, serta keterampilan dasar mengajar sebagai calon pendidik profesional.MICROSPARK tahun ini menghadirkan kolaborasi dari tiga program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah, yaitu Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Program Studi Tadris Matematika, dan Program Studi Tadris Bahasa Inggris. Ketiga program studi tersebut bersatu dalam satu panggung pembelajaran untuk menunjukkan hasil praktik microteaching yang telah dipersiapkan secara matang.Dalam kegiatan ini, para mahasiswa tampil secara langsung mempraktikkan proses pembelajaran di depan dosen, teman sejawat, dan peserta kegiatan. Setiap penampilan memperlihatkan berbagai kompetensi dasar guru, mulai dari membuka pelajaran, menyampaikan materi, menggunakan media pembelajaran, mengelola kelas, berkomunikasi dengan siswa, hingga menutup pembelajaran dengan baik dan efektif.Mahasiswa PAI menampilkan pembelajaran yang menekankan pada penyampaian materi keislaman yang komunikatif, menarik, dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Sementara itu, mahasiswa Tadris Matematika menunjukkan strategi pembelajaran yang kreatif dan logis dalam menjelaskan konsep-konsep matematika agar lebih mudah dipahami siswa. Adapun mahasiswa Tadris Bahasa Inggris menghadirkan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan melalui penggunaan bahasa Inggris yang komunikatif serta metode pembelajaran yang inovatif.Kegiatan MICROSPARK ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan mengajar, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan refleksi bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai tenaga pendidik yang kompeten. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan pedagogik, serta kesiapan menghadapi praktik mengajar di dunia pendidikan yang sesungguhnya.Selain itu, kegiatan ini juga memperlihatkan semangat kolaborasi antarprogram studi di Fakultas Tarbiyah dalam membangun budaya akademik yang aktif, kreatif, dan inspiratif. Dengan adanya MICROSPARK, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi pengajar, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang siap berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di masa depan.Kegiatan MICROSPARK 2025 diharapkan dapat terus menjadi agenda positif yang mampu mendorong lahirnya calon-calon guru yang unggul, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Baca Selengkapnya→
kampus • 2 Desember 2025
Cetak Pengusaha Muda Melek Teknologi, Mahasiswa Gelar Workshop Entrepreneurship 4.0 di Kangen Djadoel
Lamongan, 2 Desember 2025 – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama dalam dunia bisnis. Menyadari hal tersebut, sebuah gelaran edukatif bertajuk "Workshop Entrepreneurship 4.0: Pemanfaatan Teknologi Dalam Membangun Bisnis" sukses dilaksanakan pada Selasa, 2 Desember 2025.Bertempat di suasana asri Rumah Makan Waroeng Kangen Djadoel, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten, Kevin Maulana, S.E., M.E., dosen dari STIES Babussalam Jombang. Acara dipandu oleh moderator Raja Miqdaad Kanz M.A., mahasiswa semester 5 prodi Ekonomi Syari’ah, yang memantik diskusi hangat antara pemateri dan peserta.Dalam pemaparannya, Kevin Maulana menekankan bahwa pengusaha muda saat ini tidak boleh lagi menutup mata terhadap teknologi. "Era 4.0 menuntut kita untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam setiap lini bisnis, mulai dari pemasaran hingga operasional, agar mampu bersaing dan relevan dengan pasar," ujarnya di hadapan para peserta.Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB ini tidak hanya menyuguhkan materi padat, tetapi juga menawarkan manfaat nyata bagi mahasiswa, seperti E-Sertifikat SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah), relasi bisnis, serta akses ke grup entrepreneur eksklusif.Suasana workshop terasa cair namun tetap serius. Pemilihan lokasi di Kangen Djadoel memberikan nuansa yang berbeda, membuat interaksi antar peserta lebih leluasa. Acara ditutup dengan sesi foto bersama di depan bangunan Joglo yang ikonik, di mana seluruh peserta dan pemateri berpose kompak, menyimbolkan semangat satu tujuan untuk sukses berwirausaha.Diharapkan, pasca kegiatan ini akan lahir embrio-embrio bisnis baru dari kalangan mahasiswa yang tidak hanya kreatif, tetapi juga cakap memanfaatkan teknologi digital.
Baca Selengkapnya→
kampus • 25 November 2025
Nyalakan Budaya Riset, FTK INAMIS Sukses Gelar Pelatihan Penulisan Ilmiah "INKSPIRE Batch 1"
Lamongan, 25 November 2025 – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Institut Alif Muhammad Imam Syafi'i (INAMIS) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu akademik mahasiswa melalui gelaran INKSPIRE Batch 1. Kegiatan yang mengusung tema "Menyalakan Budaya Riset dan Berpikir Ilmiah Mahasiswa FTK INAMIS" ini dilaksanakan dengan khidmat di Aula INAMIS Lt. 3 pada Selasa (25/11/2025).Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan FTK INAMIS, Ibu Nor Amalliyah, S.Si., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya mahasiswa untuk tidak hanya menjadi konsumen ilmu, tetapi juga produsen pengetahuan melalui karya tulis yang berkualitas.Dipandu oleh moderator Emy Rahmawati, M.Hum, pelatihan ini menghadirkan pemateri Bapak Fatus A. Malik, S.Si., M.Pd., yang mengupas tuntas teknis penulisan ilmiah. Antusiasme peserta terlihat jelas dari membeludaknya mahasiswa FTK yang hadir memadati aula.Pelaksanaan INKSPIRE Batch 1 ini dirancang dengan tujuan strategis yang komprehensif. Pertama, untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa secara teknis, mulai dari tahap perencanaan riset hingga proses publikasi. Kedua, membekali peserta dengan pemahaman mendalam mengenai etika penulisan, metodologi penelitian yang tepat, serta pemanfaatan teknologi pendukung riset terkini.Lebih jauh, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang inovatif dan bermanfaat bagi komunitas akademik, serta meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri mahasiswa FTK untuk berkontribusi nyata dalam khazanah ilmu pengetahuan."Harapannya, semangat #FTKMenyala yang kita gaungkan hari ini tidak berhenti di ruangan ini saja, tetapi mewujud dalam bentuk jurnal, artikel, dan karya ilmiah yang membanggakan kampus," ujar salah satu panitia penyelenggara.Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama seluruh peserta, pemateri, dan jajaran dekanat, menandai langkah awal kebangkitan budaya literasi di lingkungan FTK INAMIS.
Baca Selengkapnya→opini
Lihat Semua
opini • 2 Maret 2026
Golden Age dan Pola Asuh Orang Tua: Fondasi Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini
Didalam dunia parenting dan Pendidikan anak sering kali pola asuh orang tua cukup mempengarui anak dalam tumbuh kembangnya anak. golden age menjadi masa krusial bagi anak yang akan terus tumbuh dan berkembang hingga menjadi karakter yang melekat pada kepribadian anak.Masa golden age merupakan periode paling penting dalam perkembangan seorang anak. Mengabaikan masa ini sama artinya dengan mengabaikan aset terpenting dalam kehidupan seseorang. Pada tahap inilah perkembangan otak, karakter, kecerdasan, dan kepribadian anak tumbuh dengan sangat pesat.Seorang anak hanya sekali berada pada tahap golden age. Setelah itu, ia akan memasuki fase perkembangan yang berbeda. Oleh karena itu, parenting, perhatian, pendidikan, kasih sayang, serta stimulasi yang tepat pada masa ini sangat menentukan kualitas kehidupan anak di masa depan.Didalam beberapa studi penelitian tentang psikologi perkembangan anak menyatakan bahwa golden age pada anak itu memiliki masa usia rentang 0-6 tahun, pada masa ini juga menetukan seluruh aspek perkembangan yang ada pada anak, baik dari sisi keceredasan, prilaku, sikap, karakter pada masa ini 80% kecerdasan anak dibentuk baik kecerdasan intlektual, sosial juga spiritual.[1]Keith Osborn, Burton L. White, dan Benjamin S. Bloom berdasarkan hasil penelitian mereka, mengemukakan bahwa perkembangan intelektual anak berlangsung sangat pesat pada tahun-tahun awal kehidupan. Sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa telah terbentuk ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan sekitar 30% berikutnya terjadi hingga usia 8 tahun, dan 20% sisanya berkembang pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua kehidupan.[2]Temuan ini menegaskan bahwa masa kanak-kanak awal merupakan periode yang sangat menentukan dalam pembentukan kapasitas intelektual seseorang, sehingga memerlukan perhatian, stimulasi, dan pendidikan yang optimal sejak dini.Dalam aspek kehidupan keluarga sering kali terjadi kesalahan dalam sikap parenting yang dilakukan orang tua sehingga memeberikan stimulasi dan respon perkembangan anak yang berbeda – beda pula.Suatu contoh, Ketika anak jatuh kemudian orang tua mengatakan” tuh kan gak denger sih apa yang mama katakan” pada aspek ini anak nanti akan menjadi pribadi yang minder dan menyalahkan dirinya sendiri.Contoh kedua, Ketika anak jatuh kemudian orang tua mengatakan “ ini salah lantainya, mana mama pukul nih lantai, dasar lantai nakal” pada aspek ini anak nanti akan menjadi pribadi yang merasa paling benar meski salah dan sering menyalahkan orang lain.Contoh ketiga, Ketika anak jatuh kemudian orang tua mengatakan “ gak papa nak kamu kuat kamu tegar” pada aspek ini anak nanti akan menjadi pribadi yang pandai mengkuatkan diri, meski didalam hatinya rapuh dan begitu menyakitkan.Contoh keempat, Ketika anak jatuh kemudian orang tua mengatakan “ gak papa nak mana yang sakit, lari boleh tapi harus hati-hati, kalau tidak nanti jatuh seperti ini lagi” pada aspek ini anak nanti akan menjadi pribadi yang reflektif dan belajar dari kesalahan, selain itu anak dilatih bagaimana berfikir sebab akibat sehingga mampu menemukan hulu dan hilir dari fakta, masalah, akar masalah, dan Solusi dari masalah.Beberapa Gambaran diatas, betapa menunjukan sikap, respon, perkataan orang tua Adalah beberapa jenis parenting yang bisa mempengarui serta membuat sistem kerangka kepribadian anak yang dibawah hingga dewasa, apalagi di usia golden age memiliki signifikasi pengaruh yang cukup besar dalam perkembangan psikogis seseorang. Oleh: ACH YASYKUR AMINURROZI[1] Mutiah, Diana. 2010. Psikologi Bermain Anak Usia Dini. Jakarta:Kencana.[2] Willis, Paul.2006. “TheGoldenAge.” OnRecord: Rock, PopandtheWrittenWord35–45. doi:10.4324/9780203993026.
Baca Selengkapnya→
opini • 16 Januari 2026
Sholat Sebagai Hadiah isro' Mi'raj dalam Mengurai Problematika Kehidupan
Ketika kita berproses dalam menjalani permasalahan, berproses dalam menjalani problematika kehidupan kita, kadang-kadang ada yang diberi bingung, ada yang diberi sumpek, ada yang deberi galau, dan ketika kita sudah bingung, ketika kita sudah sumpek disitulah awal dari kita menjadi mudah untuk mengeluh. Tetapi sungguh itu bukanlah solusi yang diajarkan oleh islam, itu bukanlah solusi yang diajarkan oleh agama, problematika yang dihadapi oleh manusia itu benar adanya terjadi, tak mungkin manusia tidak punya problematika kehidupan, tetapi untuk menghadapi problematika kehidupan yang dihadapi oleh setiap insan, oleh setiap individu manusia tentu harus dengan cara yang sudah diajarkan oleh Allah SWT.Begitupun baginda nabi beliau juga tidak lepas dari masalah, manakala beliau ditinggal meningggal oleh istri tercinta beliau dan paman pembela beliau, beliau dihibur oleh Allah SWT Dengan isro’ mi’roj. Pertanyaannya adalah apa cara agar hidup & kehidupan kita, problematika dalam hidup kita selalu diberi solusi oleh Allah, apa yang kita inginkan diberikan oleh Allah, apa yang kita munajatkan ditakdirkan oleh Allah terjadi, Didalam surat Al-baqarah Allah SWT berfirman:وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةَِ"Minta tolonglah kalian kepada Allah dengan sabar & sholat".Kalau kita punya keinginan minta tolonglah kepada Allah agar keinginan kita ditakdirkan oleh Allah terjadi, apa yang kita inginkan secepatnya diberikan oleh Allah, dengan apa…? Dengan sabar & sholat, kalau kita punya urusan yang sulit permasalahan yang sulit untuk dipecahkan, kembalikan semuanya kepada Allah, mintalah pertolongan kepada Allah, dengan apa…? Dengan sabar & sholat. Kitadirikan sholat wajib yang 5, kita laksakan dengan sebaik-baiknya syukur-syukur dapat kita tambahkan sholat hajat diluar sholat wajibnya, setelah sholat kita berdo’a bermunajat kepada Allah “Ya Rob sungguh tidak ada kata sulit kalau Engkau yang mempermudah, Ya Allah tidak kata berat jikalau Engkau yang memperingan, tidak ada masalah terkecuali Engkau yang menyelesaikan Ya Allah, permudah semua urusan saya Ya Allah, permudah semua urusan kedua orang tua saya, kabulkan semua keinginan saya yang membawa barokah, yang membawa manfaat maslahah dunia & akhiratnya” setelah berdo’a kepada Allah, kita bermunajat kepada Allah, kita minta pertolongan kepada Allah kita serahkan kembali kepada Allah, kita pasrahkan kembali semuanya kepada Allah & kita yakinkan didalam diri bahwa hanya pengaturan Allah lah yang pasti & selalu benar, itulah salah satu bentuk dari kita belajar untuk bersabar menerima pengaturan dari Allah SWT. Oleh karena itu mari kita berhati-hati, dalam problematika kehidupan yang semakin meningkat ini, setiap orang, setiap manusia memiliki sikap-sikap yang berbeda untuk menyelesaikan permasalahannya. Sikap yang sudah diajarkan oleh Al-Qur’an kepada kita, oleh Baginda Rosul kepada kita tidak lain & tidak bukan mendekat & kembali kepada Allah Azza wa Jallah.Zaman sekarang ini, tantangan semakin kuat. Arus perkembangan teknologi informasi tidak bisa dibendung lagi. Sisi budaya, pergaulan dan perkembangan anak-anak saat ini rentan sekali terhadap hal-hal negatif yang tidak diinginkan.Anak-anak mempunyai keinginan besar untuk melakukan sesuatu hal yang bagi mereka asyik dan menarik, terutama anak usia dini, karena mereka tidak memikirkan apa akibat yang akan ditimbulkan.Sehingga tidak menutup kemungkinan, banyak orang tua yang mengalami kegaulauan. Ada orang tua yang terlalu protektif, mereka membatasi pergaulan anak. Bahkan mengkungkung anak dan mengisolasinya dari perkembangan zaman. Sementara itu, di satu sisi, ada orang tua yang membiarkan anaknya tumbuh berkembang sesuai zaman yang berlangsung tanpa melakukan kontrol.Beberapa kekhawatiran itu adalah wajar adanya. Sehingga, yang menjadi pertanyaan sekarang ini adalah, bagaimana orang tua dalam mendidik anak sesuai zamannya itu seperti apa?Dalam konteks ini, orang tua harus mempelajari dan mengamati perkembangan zaman, agar mampu beradaptasi secara optimal. Tepatnya mengenai pendidikan keagamaan anak sholatnya anak, ibadahnya anak, ngajinya anak.Perlu orang tua ketahui, bahwa anak merupakan titipan dari Allah yang sangat berharga dan harus dijaga. Anak merupakan kado terindah dan anugerah bagi orang tua yang tiada tara. Dia akan menjadi penghibur dikala suasana gundah melanda.Di sisi lain anak akan menjadi masalah bila kita tidak mampu mendidiknya secara benar. Oleh karena itu, di sinilah pentingnya peran orang tua dalam mendidik dan mengajarkan pendidikan sesuai dengan tuntunan Islam. Karena tidak aka nada yang menyelamatkan kehidupan dunia dan akhirat Oleh karena itu, sejak dini anak harus mulai dari ditanamkan pendidikan Islam mulai dari lingkungan terdekatnya, yaitu orang tua.Beberapa tuntunan pendidikan anak dalam Islam ialah mengajarkan akidah dan ketauhidan. Akidah dan tauhid merupakan landasan dalam ajaran Islam. Apabila seseorang berakidah dan bertauhid, maka niscaya ia akan mendapatkan keselamatan dunia, maupun akhirat.Begitu pun sebaliknya, tanpa akidah dan tauhid seseorang bisa terjurumus dalam keburukan. Karenanya, penting bagi orang tua untuk terlebih dahulu paham mengenai ilmu agama, paling tidak untuk menjelaskan perihal ajaran Islam.Hal ini tentu saja untuk melancarkan upaya pendidikan anak berdasarkan ajaran agama Islam. Islam sendiri memerintahkan kita untuk banyak “membaca”. Landasan itu menjadi dasar hukum mengenai belajar firman Allah surat Az-Zumar: 9: Katakanlah (Ya Muhammad), tidaklah sama antara orang berilmu dengan orang yang tidak berilmu, sesungguhnya orang yang memiliki akan pikiran adalah orang yang dapat memberi pelajaran.
Baca Selengkapnya→Terbaru



berita • 7 Maret 2026
INAMIS Mengabdi: Safari Ramadhan Hadirkan Mahasiswa Inspiratif di Tengah Masyarakat

opini • 2 Maret 2026
Golden Age dan Pola Asuh Orang Tua: Fondasi Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini
