Headline

Sukses Jalankan Entrepreneurship Based Internship (EBI), Mahasiswa Ekonomi Syariah FEBI INAMIS Serahkan Bagi Hasil Mudharabah

berita14 Juli 2026

Sukses Jalankan Entrepreneurship Based Internship (EBI), Mahasiswa Ekonomi Syariah FEBI INAMIS Serahkan Bagi Hasil Mudharabah

Lamongan - Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) INAMIS sukses menyelenggarakan penyerahan pengembalian modal usaha sekaligus bagi hasil dari para mahasiswa peserta Entrepreneurship Based Internship (EBI) pada 14 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi puncak dari pelaksanaan magang kewirausahaan yang secara nyata mengimplementasikan praktik akad mudharabah.Dalam program ini, fakultas mengambil peran sebagai shahibul maal (pemilik modal), sementara mahasiswa bertindak sebagai mudharib (pengelola usaha). Setelah sebulan penuh terjun langsung menjalankan bisnis, para mahasiswa memaparkan laporan pertanggungjawaban secara komprehensif. Laporan tersebut mencakup perkembangan bisnis, omzet penjualan, laba usaha, hingga rincian pembagian keuntungan sesuai nisbah yang disepakati di awal akad.Prosesi penyerahan simbolis ini bukan sekadar pemenuhan tugas akademik, melainkan pembuktian komitmen mahasiswa dalam memegang teguh prinsip amanah, transparansi, dan akuntabilitas dalam mengelola usaha syariah. Dekan FEBI INAMIS turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi, kreativitas, serta tanggung jawab yang telah ditunjukkan para peserta.Ke depannya, Entrepreneurship Based Internship (EBI) diharapkan terus dipertahankan sebagai salah satu program unggulan Prodi Ekonomi Syariah. Melalui EBI, mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi langsung merasakan dinamika pengelolaan bisnis riil, manajemen keuangan, serta penerapan etika bisnis Islam, sehingga siap menjadi lulusan yang berjiwa entrepreneur dan profesional.

Baca Selengkapnya
Workshop Penyusunan Kurikulum dan RPS Berbasis OBE Institut Alif Muhammad Imam Syafi’i (INAMIS)

berita11 Juli 2026

Workshop Penyusunan Kurikulum dan RPS Berbasis OBE Institut Alif Muhammad Imam Syafi’i (INAMIS)

Lamongan, 11 Juli 2026 – Dalam rangka meningkatkan mutu akademik dan memperkuat implementasi kurikulum berbasis capaian pembelajaran, Institut Alif Muhammad Imam Syafi’i (INAMIS) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Sabtu, 11 Juli 2026.Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Ir. Syamsul Arifin, M.T., yang dikenal sebagai pakar dalam pengembangan kurikulum dan sistem pembelajaran berbasis OBE. Workshop ini diikuti oleh seluruh dosen serta civitas akademika INAMIS sebagai bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa pendekatan Outcome-Based Education (OBE) berfokus pada capaian pembelajaran lulusan (learning outcomes) yang terukur dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan zaman. Pendekatan ini menuntut penyelarasan antara capaian pembelajaran, materi perkuliahan, metode pembelajaran, serta sistem evaluasi. Hal ini sejalan dengan praktik di berbagai perguruan tinggi yang menjadikan OBE sebagai strategi utama peningkatan mutu akademik.Workshop berlangsung secara interaktif dengan beberapa sesi utama, antara lain:Penguatan konsep dasar kurikulum berbasis OBEPenyusunan dan penyelarasan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)Teknik penyusunan RPS berbasis OBEPraktik langsung penyusunan RPS oleh dosenPeserta tampak antusias mengikuti kegiatan, terutama pada sesi praktik dan diskusi, di mana dosen secara langsung menyusun dan merevisi RPS sesuai dengan standar OBE. Kegiatan semacam ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi dosen dalam merancang pembelajaran yang terarah dan terukur.Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas lulusan INAMIS agar lebih kompeten, adaptif, dan berdaya saing. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya persiapan akreditasi dan penguatan sistem penjaminan mutu internal.Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan seluruh program studi di lingkungan INAMIS mampu menghasilkan dokumen kurikulum dan RPS yang berkualitas, terstandar, serta selaras dengan kebutuhan stakeholder dan perkembangan global pendidikan tinggi.

Baca Selengkapnya
FTK INAMIS Lepas Mahasiswa Semester VI ke Sekolah Mitra, Siapkan Calon Guru Profesional Berkarakter dan Berintegritas

berita11 Juli 2026

FTK INAMIS Lepas Mahasiswa Semester VI ke Sekolah Mitra, Siapkan Calon Guru Profesional Berkarakter dan Berintegritas

Lamongan, 11 Juli 2026 – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Institut Alif Muhammad Imam Syafi'i (INAMIS) menggelar acara Pelepasan Mahasiswa Semester VI untuk mengikuti Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memasuki dunia pendidikan secara langsung melalui praktik dan pembelajaran di sekolah yang tersebar beberapa sekolah mitra pada jenjang menengah pertama dan menengah atas.Acara pelepasan dihadiri oleh jajaran pimpinan Institut Alif Muhammad Imam Syafi'i, dosen pembimbing, serta seluruh mahasiswa peserta PLP. Prosesi pelepasan secara resmi dilakukan oleh Rektor INAMIS sebagai bentuk dukungan sekaligus amanah kepada mahasiswa yang akan mengemban tugas sebagai calon pendidik di lingkungan sekolah.Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan menyampaikan bahwa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi wahana belajar yang sesungguhnya bagi mahasiswa untuk memahami dinamika dunia pendidikan."Manfaatkan momen PLP ini sebagai ajang belajar yang nyata di sekolah. Di sanalah mahasiswa akan memperoleh pengalaman berharga tentang proses pembelajaran, budaya sekolah, manajemen pendidikan, hingga penguatan kompetensi sebagai calon guru profesional," pesannya.Beliau juga berharap mahasiswa mampu menghubungkan berbagai teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan sehingga memiliki kesiapan yang lebih matang ketika nantinya terjun sebagai pendidik.Sementara itu, Rektor Institut Alif Muhammad Imam Syafi'i yang secara resmi melepas keberangkatan mahasiswa memberikan beberapa pesan penting kepada seluruh peserta PLP. Beliau menekankan agar mahasiswa senantiasa menampilkan performa terbaik selama berada di sekolah mitra."Jadilah duta terbaik INAMIS. Tunjukkan kemampuan akademik, disiplin, tanggungjwab, dan profesional. Jagalah adab dan sopan santun dalam setiap interaksi dengan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, maupun masyarakat sekitar. Selain itu, jangan hanya menjadi pengamat, tetapi aktiflah berkontribusi membantu berbagai program dan kegiatan di sekolah mitra," tutur Rektor.Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan mahasiswa dalam PLP tidak hanya diukur dari kemampuan mengajar, tetapi juga dari sikap, kepribadian, kemampuan beradaptasi, komunikasi, serta kontribusi nyata dalam mendukung kegiatan sekolah.Program PLP sendiri merupakan bagian dari kurikulum pendidikan guru yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengamati, menganalisis, serta melaksanakan pembelajaran dan berbagai aktivitas persekolahan. Melalui kegiatan ini mahasiswa dibimbing oleh dosen pembimbing dan guru pamong untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagai bekal menjadi pendidik yang berkualitas. Selama pelaksanaan PLP, mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari observasi kultur sekolah, menelaah kurikulum dan perangkat pembelajaran, membantu penyusunan modul ajar, praktik mengajar terbimbing, hingga berpartisipasi dalam kegiatan administrasi dan ekstrakurikuler di sekolah mitra. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk membentuk calon guru yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan. Dengan pelepasan ini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan INAMIS berharap seluruh mahasiswa dapat menjaga nama baik almamater, menunjukkan integritas dan akhlak mulia, serta menjadikan pengalaman PLP sebagai sarana pembelajaran yang bermakna untuk mempersiapkan diri menjadi guru profesional yang kompeten, berkarakter, dan siap mengabdi bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

Baca Selengkapnya
Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Ikuti Ujian Hasil Magang sebagai Tahap Akhir Evaluasi Program

berita7 Juli 2026

Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Ikuti Ujian Hasil Magang sebagai Tahap Akhir Evaluasi Program

Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) INAMIS menyelenggarakan Ujian Hasil Magang pada 7 Juli 2026 sebagai tahapan akhir evaluasi bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan Professional Internship Program (PIP) dan Entrepreneurship Based Internship (EBI). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta magang dengan didampingi oleh dosen penguji dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebagai bentuk penilaian terhadap capaian pembelajaran, kompetensi profesional, serta pengalaman mahasiswa selama menjalankan program magang.Dalam pelaksanaan ujian, setiap mahasiswa mempresentasikan laporan hasil magang yang memuat profil instansi atau usaha, uraian kegiatan yang telah dilaksanakan, capaian kompetensi, permasalahan yang dihadapi, solusi yang diterapkan, serta refleksi terhadap pengalaman selama magang. Mahasiswa peserta Professional Internship Program (PIP) memaparkan pengalaman praktik di lembaga keuangan syariah, sedangkan peserta Entrepreneurship Based Internship (EBI) mempresentasikan proses perencanaan bisnis, pelaksanaan usaha, pengelolaan keuangan, hingga hasil usaha yang diperoleh selama program berlangsung.Dosen penguji bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) memberikan evaluasi melalui sesi tanya jawab untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik di lapangan. Aspek yang dinilai meliputi penguasaan materi, kemampuan analisis, kualitas laporan, keterampilan presentasi, kemampuan komunikasi, penyelesaian masalah, serta penerapan nilai-nilai ekonomi syariah dalam dunia kerja maupun dunia usaha.Ketua Program Studi Ekonomi Syariah menyampaikan bahwa ujian hasil magang merupakan bagian penting dari proses pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang bertujuan memastikan mahasiswa telah mencapai kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum. Selain menjadi sarana evaluasi akademik, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama menjalani magang.Melalui pelaksanaan ujian hasil magang Program Studi Ekonomi Syariah berharap mahasiswa semakin siap memasuki dunia kerja maupun dunia usaha, memiliki kompetensi profesional yang kuat, serta mampu menjadi lulusan yang adaptif, berintegritas, dan berdaya saing dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai ekonomi syariah dan etika profesi.

Baca Selengkapnya
Seminar Sumber Daya Santri Segmen 2: “Mindset Entrepreneur dan Investor Era Baru”

kampus23 Mei 2026

Seminar Sumber Daya Santri Segmen 2: “Mindset Entrepreneur dan Investor Era Baru”

Program Studi Ekonomi Syariah bersama panitia kegiatan Sumber Daya Santri sukses menyelenggarakan Seminar Sumber Daya Santri Segmen 2 dengan tema “Mindset Entrepreneur dan Investor Era Baru” pada tanggal 23 Mei 2026 bertempat di Masjid Bustabul Hikmah. Kegiatan ini diikuti oleh santri, siswa kelas XII MA dan SMK Bustanul hikmah dan mahasiswa ekonomi syariah, dengan penuh antusias sebagai upaya membangun pola pikir kewirausahaan dan literasi investasi di era modern.Seminar ini menghadirkan pembahasan mengenai pentingnya membangun mental entrepreneur, kemampuan membaca peluang usaha, serta pemahaman investasi yang cerdas dan produktif di tengah perkembangan ekonomi digital. Peserta diberikan motivasi untuk menjadi generasi yang mandiri, inovatif, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai peluang dalam dunia bisnis dan investasi.Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa generasi muda, khususnya santri dan mahasiswa, perlu memiliki pola pikir berkembang (growth mindset) agar mampu menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompetitif. Selain itu, investasi tidak hanya dipahami sebagai aktivitas finansial semata, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam membangun masa depan yang berkelanjutan dan bernilai manfaat.Kegiatan seminar berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak aktif menggali informasi terkait strategi memulai usaha, pengelolaan keuangan, investasi halal, serta peluang bisnis digital yang relevan dengan perkembangan zaman.Panitia kegiatan menyampaikan bahwa seminar ini menjadi salah satu bentuk pembinaan sumber daya santri agar tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan kewirausahaan, literasi finansial, dan kesiapan menghadapi perubahan ekonomi di era baru.Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan inspiratif di lingkungan Masjid Bustabul Hikmah yang memberikan nuansa religius sekaligus edukatif bagi seluruh peserta. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi muda yang produktif, visioner, dan mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam dunia bisnis dan investasi.

Baca Selengkapnya
Evaluasi Pembelajaran: Langkah Konkrit Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan INAMIS

kampus2 Februari 2026

Evaluasi Pembelajaran: Langkah Konkrit Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan INAMIS

Pada hari Senin, 02 Februari 2026, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) melaksanakan rapat evaluasi pembelajaran yang bertujuan untuk meninjau dan menilai pelaksanaan proses pembelajaran selama satu semester ganjil Tahun Akademik 2024/2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik dan kualitas pembelajaran di lingkungan FTK.Rapat evaluasi tersebut dipimpin oleh Dekan FTK (Ibu Nor Amalliyah, M.Pd), dihadiri para Ketua Program Studi (Kaprodi), perwakilan dari Gugus Kendali Mutu Fakultas (GKMF), serta Unit Penjaminan Mutu (UPM) dari masing-masing program studi di lingkungan FTK. Kehadiran para pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memberikan masukan yang komprehensif terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung.Dalam rapat tersebut dibahas berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan perkuliahan selama semester ganjil, mulai dari kehadiran dosen dan mahasiswa, keterlaksanaan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), penggunaan metode dan media pembelajaran, hingga evaluasi hasil belajar mahasiswa. Selain itu, turut dibahas berbagai kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran serta alternatif solusi untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas proses akademik.Melalui kegiatan evaluasi ini, diharapkan setiap program studi dapat melakukan perbaikan dan pengembangan strategi pembelajaran yang lebih optimal pada semester berikutnya. Rapat ini juga menjadi sarana koordinasi antara pimpinan fakultas, program studi, serta unit penjaminan mutu dalam memastikan bahwa standar mutu pendidikan di lingkungan FTK dapat terlaksana dengan baik dan berkelanjutan.

Baca Selengkapnya
MICROSPARK 2025: Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Tampilkan Kreativitas dan Kompetensi Mengajar melalui Microteaching

kampus12 Desember 2025

MICROSPARK 2025: Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Tampilkan Kreativitas dan Kompetensi Mengajar melalui Microteaching

Fakultas Tarbiyah sukses menyelenggarakan kegiatan MICROSPARK (Microteaching Showcase and Performance) pada 12 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan kemampuan, kreativitas, serta keterampilan dasar mengajar sebagai calon pendidik profesional.MICROSPARK tahun ini menghadirkan kolaborasi dari tiga program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah, yaitu Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Program Studi Tadris Matematika, dan Program Studi Tadris Bahasa Inggris. Ketiga program studi tersebut bersatu dalam satu panggung pembelajaran untuk menunjukkan hasil praktik microteaching yang telah dipersiapkan secara matang.Dalam kegiatan ini, para mahasiswa tampil secara langsung mempraktikkan proses pembelajaran di depan dosen, teman sejawat, dan peserta kegiatan. Setiap penampilan memperlihatkan berbagai kompetensi dasar guru, mulai dari membuka pelajaran, menyampaikan materi, menggunakan media pembelajaran, mengelola kelas, berkomunikasi dengan siswa, hingga menutup pembelajaran dengan baik dan efektif.Mahasiswa PAI menampilkan pembelajaran yang menekankan pada penyampaian materi keislaman yang komunikatif, menarik, dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Sementara itu, mahasiswa Tadris Matematika menunjukkan strategi pembelajaran yang kreatif dan logis dalam menjelaskan konsep-konsep matematika agar lebih mudah dipahami siswa. Adapun mahasiswa Tadris Bahasa Inggris menghadirkan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan melalui penggunaan bahasa Inggris yang komunikatif serta metode pembelajaran yang inovatif.Kegiatan MICROSPARK ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan mengajar, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan refleksi bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai tenaga pendidik yang kompeten. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan pedagogik, serta kesiapan menghadapi praktik mengajar di dunia pendidikan yang sesungguhnya.Selain itu, kegiatan ini juga memperlihatkan semangat kolaborasi antarprogram studi di Fakultas Tarbiyah dalam membangun budaya akademik yang aktif, kreatif, dan inspiratif. Dengan adanya MICROSPARK, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi pengajar, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang siap berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di masa depan.Kegiatan MICROSPARK 2025 diharapkan dapat terus menjadi agenda positif yang mampu mendorong lahirnya calon-calon guru yang unggul, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Baca Selengkapnya
Cetak Pengusaha Muda Melek Teknologi, Mahasiswa Gelar Workshop Entrepreneurship 4.0 di Kangen Djadoel

kampus2 Desember 2025

Cetak Pengusaha Muda Melek Teknologi, Mahasiswa Gelar Workshop Entrepreneurship 4.0 di Kangen Djadoel

Lamongan, 2 Desember 2025 – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama dalam dunia bisnis. Menyadari hal tersebut, sebuah gelaran edukatif bertajuk "Workshop Entrepreneurship 4.0: Pemanfaatan Teknologi Dalam Membangun Bisnis" sukses dilaksanakan pada Selasa, 2 Desember 2025.Bertempat di suasana asri Rumah Makan Waroeng Kangen Djadoel, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten, Kevin Maulana, S.E., M.E., dosen dari STIES Babussalam Jombang. Acara dipandu oleh moderator Raja Miqdaad Kanz M.A., mahasiswa semester 5 prodi Ekonomi Syari’ah, yang memantik diskusi hangat antara pemateri dan peserta.Dalam pemaparannya, Kevin Maulana menekankan bahwa pengusaha muda saat ini tidak boleh lagi menutup mata terhadap teknologi. "Era 4.0 menuntut kita untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam setiap lini bisnis, mulai dari pemasaran hingga operasional, agar mampu bersaing dan relevan dengan pasar," ujarnya di hadapan para peserta.Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB ini tidak hanya menyuguhkan materi padat, tetapi juga menawarkan manfaat nyata bagi mahasiswa, seperti E-Sertifikat SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah), relasi bisnis, serta akses ke grup entrepreneur eksklusif.Suasana workshop terasa cair namun tetap serius. Pemilihan lokasi di Kangen Djadoel memberikan nuansa yang berbeda, membuat interaksi antar peserta lebih leluasa. Acara ditutup dengan sesi foto bersama di depan bangunan Joglo yang ikonik, di mana seluruh peserta dan pemateri berpose kompak, menyimbolkan semangat satu tujuan untuk sukses berwirausaha.Diharapkan, pasca kegiatan ini akan lahir embrio-embrio bisnis baru dari kalangan mahasiswa yang tidak hanya kreatif, tetapi juga cakap memanfaatkan teknologi digital.

Baca Selengkapnya
Menggugat Arah Kebijakan Pendidikan: Restorasi Agenda Reformasi demi Masa Depan Bangsa

opini21 Mei 2026

Menggugat Arah Kebijakan Pendidikan: Restorasi Agenda Reformasi demi Masa Depan Bangsa

Pendidikan adalah urat nadi pembangunan sebuah bangsa. Ketika sebuah negara gagal menempatkan pendidikan sebagai prioritas strategis utama, maka seluruh fondasi kemajuannya—mulai dari ekonomi, keadilan sosial, hingga kualitas demokrasi—akan keropos secara perlahan. Hari ini, Indonesia berada di persimpangan jalan antara mengoptimalkan potensi manusianya atau terjebak dalam krisis kualitas belajar yang berkepanjangan.Artikel ini membedah akar historis pendidikan pasca-Reformasi, dampak nyata dari ketimpangan kebijakan, kritik atas arah pembangunan saat ini, serta solusi strategis yang meletakkan mahasiswa sebagai motor penggeraknya.Pendidikan dalam Perspektif Reformasi: Memutus Belenggu, Membangun NalarPendidikan sejati bukan sekadar sarana transfer ilmu, melainkan sebuah instrumen perubahan sosial (social engineering). Melalui pendidikan, struktur sosial yang kaku dapat dicairkan, kemiskinan struktural antargenerasi dapat diputus, dan mobilitas sosial vertikal dapat diwujudkan.Lebih dari itu, terdapat hubungan timbal balik yang absolut antara pendidikan dan demokrasi. Demokrasi yang sehat membutuhkan warga negara yang literat, kritis, dan mampu membuat keputusan berbasis rasionalitas. Tanpa pendidikan yang membebaskan nalar, demokrasi hanya akan menjadi panggung manipulasi politik elektoral yang pragmatis.Semangat inilah yang melandasi reformasi pendidikan pasca-1998. Jatuhnya rezim otoriter membuka keran demokratisasi sekolah, otonomi daerah dalam pengelolaan pendidikan, kebebasan akademik, hingga lahirnya amanat konstitusi untuk mengalokasikan 20% APBN/APBD khusus bagi sektor pendidikan. Reformasi menginginkan sistem yang tidak lagi seragam (sentralistik) dan represif, melainkan humanis dan inklusif. Namun, setelah lebih dari dua dekade, janji-janji manis reformasi tersebut justru kerap kali layu di tangan birokratisasi dan kompromi politik.Dampak Ketimpangan Prioritas Kebijakan: Bom Waktu GenerasiKetika kebijakan pendidikan salah menetapkan skala prioritas dan lebih mementingkan aspek kosmetik ketimbang substansi, kita sedang menumpuk bom waktu. Dampak ketimpangan prioritas ini kini nyata terlihat pada empat fenomena krusial:Kualitas SDM yang Stagnan: Kendati anggaran 20% telah dikucurkan bertahun-tahun, peringkat daya saing global talenta dan indeks inovasi Indonesia masih tertinggal di papan tengah bawah. Kita terjebak dalam produktivitas yang rendah karena kualitas luaran pendidikan yang belum kompetitif.Ketimpangan Akses Pendidikan: Menatap mewahnya fasilitas sekolah urban di kota-kota besar terasa sangat kontras dengan realitas sekolah di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Anak-anak di pelosok masih harus bertaruh nyawa menyeberangi jembatan rusak demi ruang kelas yang hampir roboh tanpa fasilitas digital yang memadai.Krisis Literasi dan Numerasi: Data dari pemeringkatan internasional seperti PISA secara konsisten menunjukkan rapor merah: mayoritas anak Indonesia usia sekolah masih kesulitan memahami teks bacaan sederhana dan tidak menguasai konsep dasar matematika. Ini bukan lagi sekadar krisis "tidak bersekolah", melainkan "krisis belajar" di dalam sekolah.Bonus Demografi yang Terancam Gagal: Indonesia sedang berada di puncak jendela peluang bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif jauh melampaui usia nonproduktif. Jika kelompok usia produktif ini tidak dibekali keterampilan tingkat tinggi (high-order skills) dan ketahanan mental, kita tidak akan memanen kesejahteraan, melainkan bencana sosial berupa ledakan angka pengangguran massal.Kritik terhadap Arah Kebijakan Pemerintah: Terjebak Pragmatisme Jangka PendekKrisis yang kita hadapi berakar dari paradigma pengambil kebijakan yang kerap keliru dalam menafsirkan pembangunan pendidikan.Pertama, terjadinya benturan keras antara program populis vs pembangunan jangka panjang. Pemerintah sering kali tergoda meluncurkan kebijakan yang langsung terlihat hasilnya sebelum masa pemilu berakhir (seperti bagi-bagi bantuan fisik kosmetik atau digitalisasi tanpa kesiapan infrastruktur), ketimbang berinvestasi pada hal-hal fundamental yang hasilnya baru terlihat 10 hingga 20 tahun ke depan, seperti pembenahan kurikulum yang mendalam atau reformasi tata kelola guru.Kedua, ada bias pandangan yang menempatkan pendidikan sebagai beban pengeluaran APBN, bukan sebagai investasi. Menghitung alokasi anggaran pendidikan dengan kacamata untung-rugi akuntansi jangka pendek adalah kekeliruan fatal. Setiap rupiah yang ditanam pada otak anak bangsa hari ini adalah jaminan bagi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas fiskal di masa depan.Ketiga, penyakit kronis yang belum juga sembuh: ketidaksinambungan kebijakan pendidikan. Fenomena "ganti menteri, ganti kebijakan" bukan sekadar pemeo penonton layar kaca, melainkan kenyataan pahit yang melelahkan para guru dan siswa di lapangan. Evaluasi kebijakan belum sempat matang dan mengakar, ego sektoral pejabat baru sudah memaksakan rombakan total yang membingungkan ekosistem bawah.Solusi Strategis untuk Pendidikan Indonesia: Cetak Biru Masa DepanGuna membalikkan keadaan dari stagnasi menuju lompatan kemajuan, diperlukan solusi akademik yang terintegrasi dan berani: Penguatan Kualitas Guru: Guru adalah pilar utama ruang kelas. Solusi mendesak yang dibutuhkan adalah penyederhanaan beban administrasi birokratis agar guru fokus mengajar, peningkatan kesejahteraan yang berkeadilan, serta pelatihan pedagogi yang melatih nalar kritis siswa, bukan sekadar metode hafalan.Pemerataan Akses Pendidikan: Redistribusi anggaran secara afirmatif harus diarahkan penuh ke wilayah pinggiran. Standardisasi sarana prasarana fisik, akses laboratorium, dan jaringan internet harus disetarakan agar anak di pelosok memiliki titik start yang sama dengan anak di pusat kota.Revitalisasi Pendidikan Karakter: Pendidikan tidak boleh hanya melahirkan robot pekerja yang pintar secara kognitif namun miskin empati. Nilai-nilai integritas, kejujuran, antikorupsi, toleransi, dan etika publik harus dianyam secara organik ke dalam budaya sekolah, bukan sekadar menjadi hafalan teks ujian pilihan ganda.Link and Match Pendidikan dan Dunia Kerja: Kurikulum pendidikan menengah dan tinggi harus responsif terhadap disrupsi teknologi abad ke-21. Namun, konsep link and match ini tidak boleh mengerdilkan institusi pendidikan menjadi sekadar "pabrik pemasok buruh murah" bagi industri, melainkan pencetak pemecah masalah (problem solver) dan inovator mandiri.Peran Kampus dalam Pembangunan Daerah: Perguruan tinggi harus meruntuhkan dinding pembatas menara gadingnya. Riset-riset, hilirisasi produk, dan pengabdian masyarakat dari dosen serta mahasiswa harus didesentralisasikan untuk langsung menyelesaikan problem nyata (kemiskinan, tata kelola lingkungan, pertanian) yang dihadapi oleh pemerintah daerah setempat.Peran Mahasiswa sebagai Agen Reformasi: Menolak Apatisme, Merawat IdealismeDi tengah sengkarut krisis prioritas ini, sivitas akademika—khususnya mahasiswa—tidak boleh diam dan menjadi penonton yang pasif. Kampus tidak boleh didegradasi fungsinya hanya menjadi tempat transit berburu indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi demi selembar ijazah kerja.Sebagai intelektual muda, mahasiswa memikul tanggung jawab moral sebagai kekuatan kontrol sosial (social control). Ketika arah kebijakan pendidikan nasional mulai melenceng ke arah komersialisasi ugal-ugalan atau salah urus anggaran, mahasiswa wajib hadir sebagai alarm pengingat jalannya kekuasaan.Namun, gerakan mahasiswa hari ini wajib bermutasi dari sekadar romantisasi aksi massa masa lalu menuju gerakan yang ditopang oleh tradisi akademik. Kritik yang dilayangkan tidak boleh sekadar berbasis emosi atau jargon kosong, melainkan harus berupa gerakan moral yang bersendikan basis data empiris, kajian teoretis mendalam, serta penawaran alternatif solusi yang kredibel.Oleh karena itu, kampus harus tetap dijaga sebagai ruang kritik konstruktif. Kampus adalah laboratorium bebas tempat bertemunya dialektika berpikir tanpa rasa takut terhadap intervensi kekuasaan. Dari mimbar akademis dan ruang diskusi kecil inilah, api reformasi pendidikan harus terus dinyalakan dan dirawat demi menyelamatkan masa depan republik.KesimpulanMenata ulang arah kebijakan pendidikan bukan lagi sekadar pilihan politik, melainkan kewajiban eksistensial bangsa Indonesia. Membiarkan stagnasi kualitas belajar dan ketimpangan akses terus berlarut-larut sama saja dengan menggadaikan masa depan generasi penerus. Melalui penguatan kualitas pendidik, pemerataan infrastruktur yang sahih, serta penegasan kembali peran mahasiswa sebagai kompas moral bangsa, kita dapat meluruskan kembali kiblat pendidikan nasional: memanusiakan manusia Indonesia dan mencerdaskan kehidupan bangsa yang sesungguhnya.Penulis: Muhammad Syafiq Mughni M.Pd

Baca Selengkapnya
Golden Age dan Pola Asuh Orang Tua: Fondasi Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini

opini2 Maret 2026

Golden Age dan Pola Asuh Orang Tua: Fondasi Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini

Didalam dunia parenting dan Pendidikan anak sering kali pola asuh orang tua cukup mempengarui anak dalam tumbuh kembangnya anak. golden age menjadi masa krusial bagi anak yang akan terus tumbuh dan berkembang hingga menjadi karakter yang melekat pada kepribadian anak.Masa golden age merupakan periode paling penting dalam perkembangan seorang anak. Mengabaikan masa ini sama artinya dengan mengabaikan aset terpenting dalam kehidupan seseorang. Pada tahap inilah perkembangan otak, karakter, kecerdasan, dan kepribadian anak tumbuh dengan sangat pesat.Seorang anak hanya sekali berada pada tahap golden age. Setelah itu, ia akan memasuki fase perkembangan yang berbeda. Oleh karena itu, parenting, perhatian, pendidikan, kasih sayang, serta stimulasi yang tepat pada masa ini sangat menentukan kualitas kehidupan anak di masa depan.Didalam beberapa studi penelitian tentang psikologi perkembangan anak menyatakan bahwa golden age pada anak itu memiliki masa usia rentang 0-6 tahun, pada masa ini juga menetukan seluruh aspek perkembangan yang ada pada anak, baik dari sisi keceredasan, prilaku, sikap, karakter pada masa ini 80% kecerdasan anak dibentuk baik kecerdasan intlektual, sosial juga spiritual.[1]Keith Osborn, Burton L. White, dan Benjamin S. Bloom berdasarkan hasil penelitian mereka, mengemukakan bahwa perkembangan intelektual anak berlangsung sangat pesat pada tahun-tahun awal kehidupan. Sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa telah terbentuk ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan sekitar 30% berikutnya terjadi hingga usia 8 tahun, dan 20% sisanya berkembang pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua kehidupan.[2]Temuan ini menegaskan bahwa masa kanak-kanak awal merupakan periode yang sangat menentukan dalam pembentukan kapasitas intelektual seseorang, sehingga memerlukan perhatian, stimulasi, dan pendidikan yang optimal sejak dini.Dalam aspek kehidupan keluarga sering kali terjadi kesalahan dalam sikap parenting yang dilakukan orang tua sehingga memeberikan stimulasi dan respon perkembangan  anak yang berbeda – beda pula.Suatu contoh, Ketika anak jatuh kemudian orang tua mengatakan” tuh kan gak denger sih apa yang mama katakan” pada aspek ini anak nanti akan menjadi pribadi yang minder dan menyalahkan dirinya sendiri.Contoh kedua, Ketika anak jatuh kemudian orang tua mengatakan “ ini salah lantainya, mana mama pukul nih lantai, dasar lantai nakal” pada aspek ini anak nanti akan menjadi pribadi yang merasa paling benar meski salah dan sering menyalahkan orang lain.Contoh ketiga, Ketika anak jatuh kemudian orang tua mengatakan “ gak papa nak kamu kuat kamu tegar” pada aspek ini anak nanti akan menjadi pribadi yang pandai mengkuatkan diri, meski didalam hatinya rapuh dan begitu menyakitkan.Contoh keempat, Ketika anak jatuh kemudian orang tua mengatakan “ gak papa nak mana yang sakit, lari boleh tapi harus hati-hati, kalau tidak nanti jatuh seperti ini lagi” pada aspek ini anak nanti akan menjadi pribadi yang reflektif dan belajar dari kesalahan, selain itu anak dilatih bagaimana berfikir sebab akibat sehingga mampu menemukan hulu dan hilir dari fakta, masalah, akar masalah, dan Solusi dari masalah.Beberapa Gambaran diatas, betapa menunjukan sikap, respon, perkataan orang tua Adalah beberapa jenis parenting yang bisa mempengarui serta membuat sistem kerangka kepribadian anak yang dibawah hingga dewasa, apalagi di usia golden age memiliki signifikasi pengaruh yang cukup besar dalam perkembangan psikogis seseorang. Oleh: ACH YASYKUR AMINURROZI[1] Mutiah, Diana. 2010. Psikologi Bermain Anak Usia Dini. Jakarta:Kencana.[2] Willis, Paul.2006. “TheGoldenAge.” OnRecord: Rock, PopandtheWrittenWord35–45. doi:10.4324/9780203993026.

Baca Selengkapnya
Sholat Sebagai Hadiah isro' Mi'raj dalam Mengurai Problematika Kehidupan

opini16 Januari 2026

Sholat Sebagai Hadiah isro' Mi'raj dalam Mengurai Problematika Kehidupan

Ketika kita berproses dalam menjalani permasalahan, berproses dalam menjalani problematika kehidupan kita, kadang-kadang ada yang diberi bingung, ada yang diberi sumpek, ada yang deberi galau, dan ketika kita sudah bingung, ketika kita sudah sumpek disitulah awal dari kita menjadi mudah untuk mengeluh. Tetapi sungguh itu bukanlah solusi yang diajarkan oleh islam, itu bukanlah solusi yang diajarkan oleh agama, problematika yang dihadapi oleh manusia itu benar adanya terjadi, tak mungkin manusia tidak punya problematika kehidupan, tetapi untuk menghadapi problematika kehidupan yang dihadapi oleh setiap insan, oleh setiap individu manusia tentu harus dengan cara yang sudah diajarkan oleh Allah SWT.Begitupun baginda nabi beliau juga tidak lepas dari masalah, manakala beliau ditinggal meningggal oleh istri tercinta beliau dan paman pembela beliau, beliau dihibur oleh Allah SWT Dengan isro’ mi’roj. Pertanyaannya adalah  apa cara agar hidup & kehidupan kita, problematika dalam hidup kita selalu diberi solusi oleh Allah, apa yang kita inginkan diberikan oleh Allah, apa yang kita munajatkan ditakdirkan oleh Allah terjadi, Didalam surat Al-baqarah Allah SWT berfirman:وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةَِ"Minta tolonglah kalian kepada Allah dengan sabar & sholat".Kalau kita punya keinginan minta tolonglah kepada Allah agar keinginan kita ditakdirkan oleh Allah terjadi, apa yang kita inginkan  secepatnya diberikan oleh Allah, dengan apa…? Dengan sabar & sholat, kalau kita punya urusan yang sulit permasalahan yang sulit untuk dipecahkan, kembalikan semuanya kepada Allah, mintalah pertolongan kepada Allah, dengan apa…? Dengan sabar & sholat. Kitadirikan sholat wajib yang 5, kita laksakan dengan sebaik-baiknya syukur-syukur dapat kita tambahkan sholat hajat diluar sholat wajibnya, setelah sholat kita berdo’a bermunajat kepada Allah “Ya Rob sungguh tidak ada kata sulit kalau Engkau yang mempermudah, Ya Allah tidak kata berat jikalau Engkau yang memperingan, tidak ada masalah terkecuali Engkau yang menyelesaikan Ya Allah, permudah semua urusan saya Ya Allah, permudah semua urusan kedua orang tua saya, kabulkan semua keinginan saya yang membawa barokah, yang membawa manfaat maslahah dunia & akhiratnya” setelah berdo’a kepada Allah, kita bermunajat kepada Allah, kita minta pertolongan kepada Allah kita serahkan kembali kepada Allah, kita pasrahkan kembali semuanya  kepada Allah & kita yakinkan didalam diri bahwa hanya pengaturan Allah lah yang pasti & selalu benar, itulah salah satu bentuk dari kita belajar untuk bersabar menerima pengaturan dari Allah SWT. Oleh karena itu mari kita berhati-hati, dalam problematika  kehidupan yang semakin meningkat ini, setiap orang, setiap manusia memiliki sikap-sikap yang berbeda untuk  menyelesaikan permasalahannya. Sikap yang sudah  diajarkan oleh Al-Qur’an kepada kita, oleh Baginda Rosul  kepada kita tidak lain & tidak bukan mendekat & kembali  kepada Allah Azza wa Jallah.Zaman sekarang ini, tantangan semakin kuat. Arus perkembangan teknologi informasi tidak bisa dibendung lagi. Sisi budaya, pergaulan dan perkembangan anak-anak saat ini rentan sekali terhadap hal-hal negatif yang tidak diinginkan.Anak-anak mempunyai keinginan besar untuk melakukan sesuatu hal yang bagi mereka asyik dan menarik, terutama anak usia dini, karena mereka tidak memikirkan apa akibat yang akan ditimbulkan.Sehingga tidak menutup kemungkinan, banyak orang tua yang mengalami kegaulauan. Ada orang tua yang terlalu protektif, mereka membatasi pergaulan anak. Bahkan mengkungkung anak dan mengisolasinya dari perkembangan zaman. Sementara itu, di satu sisi, ada orang tua yang membiarkan anaknya tumbuh berkembang sesuai zaman yang berlangsung tanpa melakukan kontrol.Beberapa kekhawatiran itu adalah wajar adanya. Sehingga, yang menjadi pertanyaan sekarang ini adalah, bagaimana orang tua dalam mendidik anak sesuai zamannya itu seperti apa?Dalam konteks ini, orang tua harus mempelajari dan mengamati perkembangan zaman, agar mampu beradaptasi secara optimal. Tepatnya mengenai pendidikan keagamaan anak sholatnya anak, ibadahnya anak, ngajinya anak.Perlu orang tua ketahui, bahwa anak merupakan titipan dari Allah yang sangat berharga dan harus dijaga. Anak merupakan kado terindah dan anugerah bagi orang tua yang tiada tara. Dia akan menjadi penghibur dikala suasana gundah melanda.Di sisi lain anak akan menjadi masalah bila kita tidak mampu mendidiknya secara benar. Oleh karena itu, di sinilah pentingnya peran orang tua dalam mendidik dan mengajarkan pendidikan sesuai dengan tuntunan Islam. Karena tidak aka nada yang menyelamatkan kehidupan dunia dan akhirat Oleh karena itu, sejak dini anak harus mulai dari ditanamkan pendidikan Islam mulai dari lingkungan terdekatnya, yaitu orang tua.Beberapa tuntunan pendidikan anak dalam Islam ialah mengajarkan akidah dan ketauhidan. Akidah dan tauhid merupakan landasan dalam ajaran Islam. Apabila seseorang berakidah dan bertauhid, maka niscaya ia akan mendapatkan keselamatan dunia, maupun akhirat.Begitu pun sebaliknya, tanpa akidah dan tauhid seseorang bisa terjurumus dalam keburukan. Karenanya, penting bagi orang tua untuk terlebih dahulu paham mengenai ilmu agama, paling tidak untuk menjelaskan perihal ajaran Islam.Hal ini tentu saja untuk melancarkan upaya pendidikan anak berdasarkan ajaran agama Islam. Islam sendiri memerintahkan kita untuk banyak “membaca”. Landasan itu menjadi dasar hukum mengenai belajar firman Allah surat Az-Zumar: 9: Katakanlah (Ya Muhammad), tidaklah sama antara orang berilmu dengan orang yang tidak berilmu, sesungguhnya orang yang memiliki akan pikiran adalah orang yang dapat memberi pelajaran.

Baca Selengkapnya