Kembali

Golden Age dan Pola Asuh Orang Tua: Fondasi Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini

Developer INAMIS

Penulis

2 Maret 2026
3 menit
28 views
Golden Age dan Pola Asuh Orang Tua: Fondasi Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini

Didalam dunia parenting dan Pendidikan anak sering kali pola asuh orang tua cukup mempengarui anak dalam tumbuh kembangnya anak. golden age menjadi masa krusial bagi anak yang akan terus tumbuh dan berkembang hingga menjadi karakter yang melekat pada kepribadian anak.

Masa golden age merupakan periode paling penting dalam perkembangan seorang anak. Mengabaikan masa ini sama artinya dengan mengabaikan aset terpenting dalam kehidupan seseorang. Pada tahap inilah perkembangan otak, karakter, kecerdasan, dan kepribadian anak tumbuh dengan sangat pesat.

Seorang anak hanya sekali berada pada tahap golden age. Setelah itu, ia akan memasuki fase perkembangan yang berbeda. Oleh karena itu, parenting, perhatian, pendidikan, kasih sayang, serta stimulasi yang tepat pada masa ini sangat menentukan kualitas kehidupan anak di masa depan.

Didalam beberapa studi penelitian tentang psikologi perkembangan anak menyatakan bahwa golden age pada anak itu memiliki masa usia rentang 0-6 tahun, pada masa ini juga menetukan seluruh aspek perkembangan yang ada pada anak, baik dari sisi keceredasan, prilaku, sikap, karakter pada masa ini 80% kecerdasan anak dibentuk baik kecerdasan intlektual, sosial juga spiritual.[1]

Keith Osborn, Burton L. White, dan Benjamin S. Bloom berdasarkan hasil penelitian mereka, mengemukakan bahwa perkembangan intelektual anak berlangsung sangat pesat pada tahun-tahun awal kehidupan. Sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa telah terbentuk ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan sekitar 30% berikutnya terjadi hingga usia 8 tahun, dan 20% sisanya berkembang pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua kehidupan.[2]

Temuan ini menegaskan bahwa masa kanak-kanak awal merupakan periode yang sangat menentukan dalam pembentukan kapasitas intelektual seseorang, sehingga memerlukan perhatian, stimulasi, dan pendidikan yang optimal sejak dini.

Dalam aspek kehidupan keluarga sering kali terjadi kesalahan dalam sikap parenting yang dilakukan orang tua sehingga memeberikan stumulasi dan respon perkembangan  anak yang berbeda – beda pula.

Suatu contoh, Ketika anak jatuh kemudian orang tua mengatakan” tuh kan gak denger sih apa yang mama katakan” pada aspek ini anak nanti akan menjadi pribadi yang minder dan menyalahkan dirinya sendiri.

Contoh kedua, Ketika anak jatuh kemudian korang tua mengatakan “ ini salah lantainya, mana mama pukul nih lantai, dasar lantai nakal” pada aspek ini anak nanti akan menjadi pribadi yang merasa paling benar meski salah dan sering menyalahkan orang lain.

Contoh ketiga, Ketika anak jatuh kemudian korang tua mengatakan “ gak papa nak kamu kuat kamu tegar” pada aspek ini anak nanti akan menjadi pribadi yang pandai mengkuatkan diri, meski didalam hatinya rapuh dan begitu menyakitkan.

Contoh keempat, Ketika anak jatuh kemudian korang tua mengatakan “ gak papa nak mana yang sakit, lari boleh tapi harus hati-hati, kalau tidak nanti jatuh seperti ini lagi” pada aspek ini anak nanti akan menjadi pribadi yang reflektif dan belajar dari kesalahan, selain itu anak dilatih bagaimana berfikir sebab akibat sehingga mampu menemukan hulu dan hilir dari fakta, masalah, akar masalah, dan Solusi dari masalah.

Beberapa Gambaran diatas, betapa menunjukan sikap, respon, perkataan orang tua Adalah beberapa jenis parenting yang bisa mempengarui serta membuat sistem kerangka kepribadian anak yang dibawah hingga dewasa, apalagi di usia golden age memiliki signifikasi pengaruh yang cukup besar dalam perkembangan psikogis seseorang.

 

Oleh: ACH YASYKUR AMINURROZI

[1] Mutiah, Diana. 2010. Psikologi Bermain Anak Usia Dini. Jakarta:Kencana.
[2] Willis, Paul.2006. “TheGoldenAge.” OnRecord: Rock, PopandtheWrittenWord35–45. doi:10.4324/9780203993026.

Developer INAMIS

Kontributor Berita Resmi INAMIS

Bagikan: