
Sholat Sebagai Hadiah isro' Mi'raj dalam Mengurai Problematika Kehidupan
Jumat, 16 Januari 2026
4 menit baca
opini
Ketika kita berproses dalam menjalani permasalahan, berproses dalam menjalani problematika kehidupan kita, kadang-kadang ada yang diberi bingung, ada yang diberi sumpek, ada yang deberi galau, dan ketika kita sudah bingung, ketika kita sudah sumpek disitulah awal dari kita menjadi mudah untuk mengeluh. Tetapi sungguh itu bukanlah solusi yang diajarkan oleh islam, itu bukanlah solusi yang diajarkan oleh agama, problematika yang dihadapi oleh manusia itu benar adanya terjadi, tak mungkin manusia tidak punya problematika kehidupan, tetapi untuk menghadapi problematika kehidupan yang dihadapi oleh setiap insan, oleh setiap individu manusia tentu harus dengan cara yang sudah diajarkan oleh Allah SWT.
Begitupun baginda nabi beliau juga tidak lepas dari masalah, manakala beliau ditinggal meningggal oleh istri tercinta beliau dan paman pembela beliau, beliau dihibur oleh Allah SWT Dengan isro’ mi’roj. Pertanyaannya adalah apa cara agar hidup & kehidupan kita, problematika dalam hidup kita selalu diberi solusi oleh Allah, apa yang kita inginkan diberikan oleh Allah, apa yang kita munajatkan ditakdirkan oleh Allah terjadi, Didalam surat Al-baqarah Allah SWT berfirman:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
َ
"Minta tolonglah kalian kepada Allah dengan sabar & sholat".
Kalau kita punya keinginan minta tolonglah kepada Allah agar keinginan kita ditakdirkan oleh Allah terjadi, apa yang kita inginkan secepatnya diberikan oleh Allah, dengan apa…? Dengan sabar & sholat, kalau kita punya urusan yang sulit permasalahan yang sulit untuk dipecahkan, kembalikan semuanya kepada Allah, mintalah pertolongan kepada Allah, dengan apa…? Dengan sabar & sholat. Kitadirikan sholat wajib yang 5, kita laksakan dengan sebaik-baiknya syukur-syukur dapat kita tambahkan sholat hajat diluar sholat wajibnya, setelah sholat kita berdo’a bermunajat kepada Allah “Ya Rob sungguh tidak ada kata sulit kalau Engkau yang mempermudah, Ya Allah tidak kata berat jikalau Engkau yang memperingan, tidak ada masalah terkecuali Engkau yang menyelesaikan Ya Allah, permudah semua urusan saya Ya Allah, permudah semua urusan kedua orang tua saya, kabulkan semua keinginan saya yang membawa barokah, yang membawa manfaat maslahah dunia & akhiratnya” setelah berdo’a kepada Allah, kita bermunajat kepada Allah, kita minta pertolongan kepada Allah kita serahkan kembali kepada Allah, kita pasrahkan kembali semuanya kepada Allah & kita yakinkan didalam diri bahwa hanya pengaturan Allah lah yang pasti & selalu benar, itulah salah satu bentuk dari kita belajar untuk bersabar menerima pengaturan dari Allah SWT.
Oleh karena itu mari kita berhati-hati, dalam problematika kehidupan yang semakin meningkat ini, setiap orang, setiap manusia memiliki sikap-sikap yang berbeda untuk menyelesaikan permasalahannya. Sikap yang sudah diajarkan oleh Al-Qur’an kepada kita, oleh Baginda Rosul kepada kita tidak lain & tidak bukan mendekat & kembali kepada Allah Azza wa Jallah.
Zaman sekarang ini, tantangan semakin kuat. Arus perkembangan teknologi informasi tidak bisa dibendung lagi. Sisi budaya, pergaulan dan perkembangan anak-anak saat ini rentan sekali terhadap hal-hal negatif yang tidak diinginkan.
Anak-anak mempunyai keinginan besar untuk melakukan sesuatu hal yang bagi mereka asyik dan menarik, terutama anak usia dini, karena mereka tidak memikirkan apa akibat yang akan ditimbulkan.
Sehingga tidak menutup kemungkinan, banyak orang tua yang mengalami kegaulauan. Ada orang tua yang terlalu protektif, mereka membatasi pergaulan anak. Bahkan mengkungkung anak dan mengisolasinya dari perkembangan zaman. Sementara itu, di satu sisi, ada orang tua yang membiarkan anaknya tumbuh berkembang sesuai zaman yang berlangsung tanpa melakukan kontrol.
Beberapa kekhawatiran itu adalah wajar adanya. Sehingga, yang menjadi pertanyaan sekarang ini adalah, bagaimana orang tua dalam mendidik anak sesuai zamannya itu seperti apa?
Dalam konteks ini, orang tua harus mempelajari dan mengamati perkembangan zaman, agar mampu beradaptasi secara optimal. Tepatnya mengenai pendidikan keagamaan anak sholatnya anak, ibadahnya anak, ngajinya anak.
Perlu orang tua ketahui, bahwa anak merupakan titipan dari Allah yang sangat berharga dan harus dijaga. Anak merupakan kado terindah dan anugerah bagi orang tua yang tiada tara. Dia akan menjadi penghibur dikala suasana gundah melanda.
Di sisi lain anak akan menjadi masalah bila kita tidak mampu mendidiknya secara benar. Oleh karena itu, di sinilah pentingnya peran orang tua dalam mendidik dan mengajarkan pendidikan sesuai dengan tuntunan Islam. Karena tidak aka nada yang menyelamatkan kehidupan dunia dan akhirat
Oleh karena itu, sejak dini anak harus mulai dari ditanamkan pendidikan Islam mulai dari lingkungan terdekatnya, yaitu orang tua.
Beberapa tuntunan pendidikan anak dalam Islam ialah mengajarkan akidah dan ketauhidan. Akidah dan tauhid merupakan landasan dalam ajaran Islam. Apabila seseorang berakidah dan bertauhid, maka niscaya ia akan mendapatkan keselamatan dunia, maupun akhirat.
Begitu pun sebaliknya, tanpa akidah dan tauhid seseorang bisa terjurumus dalam keburukan. Karenanya, penting bagi orang tua untuk terlebih dahulu paham mengenai ilmu agama, paling tidak untuk menjelaskan perihal ajaran Islam.
Hal ini tentu saja untuk melancarkan upaya pendidikan anak berdasarkan ajaran agama Islam. Islam sendiri memerintahkan kita untuk banyak “membaca”. Landasan itu menjadi dasar hukum mengenai belajar firman Allah surat Az-Zumar: 9: Katakanlah (Ya Muhammad), tidaklah sama antara orang berilmu dengan orang yang tidak berilmu, sesungguhnya orang yang memiliki akan pikiran adalah orang yang dapat memberi pelajaran.
Rizki Agung Permana
Penulis